Thursday, August 16, 2012

Hidup adalah Anugerah untuk Memilih

Hidup ini bisa jadi seperti sebuah perjalanan panjang menuju negeri antah berantah. Tidak ada yang tau tempatnya letaknya dimana. Kita cuma dikasih lilin kecil untuk menerangi meter demi meter jalan di depan. Dalam perjalanannya kita cuma dikasih tau sedikit demi sedikit. Namun begitu kita dikasih kebebasan untuk memilih. Mau mengikuti petunjuk tersebut atau tidak. Mau ke kiri atau ke kanan terserah.

Mungkin saja jalan menuju kesana bisa lewat mana saja. Sama seperti jalan menuju Jakarta dari Bandung, bisa melalui Puncak atau lewat Cipularang. Lagi-lagi terserah kita mau memilih yang mana. Mau pakai bis atau kereta semua terserah kita. Bahkan mau diem di tempat pun ya terserah kita. Yang pasti semua pilihan tersebut memberikan efek masing-masing buat kita.

Jadi keinget ama perjalanan gw dari Bandung ke Medan pas Pulang Kampung. Semua jalur sebenarnya sudah pernah saya alami. Dan masing-masing memberikan efek yang berbeda.

Gw coba paparin disini ah :

Berdasarkan alat transportasi :
  • Bus : 
    • sepanjang jalan suasananya rame, karena banyak penumpang
    • sering berhenti di tempat makan, sekali turun makan bareng sama semua penumpang, jadi saling kenal
    • bisa sampe 3 harian
  • Mobil Pribadi :
    • biasanya berdesakan, karena dipaksain satu keluarga masuk semua.
    • tempat berhenti bisa bebas karena mobil sendiri
    • mau teriak, keketawaan sepanjang jalan bisa karena semua kenal
    • bisa sampe 3 harian
    • butuh energi lebih karena dijalan lebih cape
  • Kapal Laut :
    • bisa sampe 2 harian
    • sepanjang perjalanan di laut, pemandangan cuman air
    • kalo malem diluar gelapnya minta ampun
    • kenal penumpang paling yang duduknya deketan
    • kebanyakan bengong
    • paling enak pagi-pagi liat matahari terbit dan terbenam
    • lebih banyak tidur
    • makan kudu bareng karna uda dijadwal
  • Pesawat Terbang :
    • perjalanan cuma 2 jam
    • ga berasa kaya keluar kota
    • buat yg ga biasa kayanya antara takut, kagum, dan seneng bisa naek pesawat
    • ga berasa pulang kampung..ha
Dan dari berbagai pilihan di atas, buat gw selama badan gw masih kuat, pulang kampung ke Medan akan sangat berasa kalo lewat darat. Karena selain perjalanannya lebih berasa, disitu kita bisa merasakan berbagai suasana yang berbeda dari kota satu ke kota lainnya.
Memang pasti melelahkan, tapi dibanding naik pesawat atau naek kapal, buat gw naik mobil lebih memberikan kesan "Pulang Kampung"

Balik lagi ke persoalan Memilih, menurut gw MEMILIH adalah Anugerah besar yang dikasih Tuhan buat semua orang. Bagi gw Tuhan itu sosok yang sangat demokratis. Dia tidak memaksakan, namun Dia memang memberi petunjuk. Dan manusia bebas mau ikut petunjukNya atau tidak.
Dengan tidak membeda-bedakan manusianya, keadilanNya berlaku bagi siapa saja.
Siapapun yang makan pasti jadi kenyang, kalo tidak makan ya lapar, semua berlaku dimana saja bagi siapa saja. Persoalannya siapa saja bebas memilih mau makan atau tidak. Mau makan sekarang atau nanti, mau makan makanan bersih atau kotor. Semua terserah kita.
Efek yang terjadi ya lagi-lagi konsekuensi dari pilihan kita. Kita diberi kemampuan untuk membedakan mana makanan yang baik atau buruk. Kalau ingin sehat ya makan makanan yang bergizi. Jika ingin sebaliknya ya makan saja makanan yang kotor. Itu terserah kita mau PILIH yang mana. dan akhirnya EFEK yang dirasakan adalah hasil dari PILIHAN kita sendiri.





Friday, August 10, 2012

Ekspresi berbanding lurus dengan Apresiasi

Sebagai makhluk Tuhan yang senang berkarya, kadang-kadang berkarya bisa menjadi sesuatu yang ga menggairahkan lagi. Ga kaya orang lapar pas liat makanan rasanya benar-benar lezat walaupun ga enak-enak banget. Selama rasa lapar itu ada, makanan apapun rasanya enak-enak aja.
Gitu juga kalo ngantuk, liat kasur pasti berasa di surga.

Dalam mengekspresikan karya, sebenarnya endingnya adalah apresiasi. Sama seperti seniman atau pelukis. Tanpa pameran, karya tersebut rasanya belum sah sebagai karya.
Lagu sebagus apapun kalo tidak pernah didengar orang lain ya ga jadi apa-apa.
Hoam..tidur dulu deh kalo gitu.




Tuesday, July 10, 2012

banyakkkkkkkkkk

Banyak hal yang ingin atau bisa aku kerjakan.
Banyak hal yang ingin aku kejar, ingin begini ingin begitu.
Semua sudah ada dalam pikiran, entah kenapa eksekusinya begitu berat, butuh ini itu ini itu ini itu.
Banyak yang harus aku selesaikan, banyak banget..
entahlah..
yang pasti yang harus gw kerjakan sekarang adalah masak teri dan menggoreng tahu buat si bos penguasa rumah.

11.39 --- waktunya makan siang bagi seluruh warga




Tuesday, March 27, 2012

hay..hayang maks..maksimal - Belajar dari Kulkas

Sekarang lagi heboh2nya pemberitaan soal passion..apa seh passion..?yah cari ndiri lah di google..ribet nulis disini..he..intinya sesuatu hal yg gw suka dan bisa maksimal di situ..
nah dalam kasus gw, gw dalam kondisi menyukai berbagai macam hal hal yang lumayan banyak walopun itu masih dalam satu benang merah..entah apa namanya..gw suka berbagai hal kreatif. Baik itu visual, audio dan berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.

Kalo ada orang suka musik, misal suka main gitar, nah gw punya interest yang kuat di musik ga cuma di satu hal tertentu..gw suka gitar, demikian gw suka instrumen lainnya. Belum lagi menyukai berbagai persoalan seputar musik.

Belum lagi kalau bicara soal visual, baik 2D, 3D, manual, digital, statis, dinamis, konvensional, dari mulai seni yang bersih atau seni berantakan hampir semua suka..nah lho..masih nyari jati diri apah gw?

Lebih tepatnya gw sangat ambisius untuk bisa berkarya..listenn..: Be be er ka a er ye a.
Entah apa bentuk ato hidup gw ke depan..gw cuma pengen bisa berkarya dalam berbagai bidang interest gw tadi..

Hopely suatu saat semua karya itu memenuhi bumi..mungkin kaya menyampahi dunia..tapi setidaknya gw diinget gara2 sampah tadi.

Nah persoalannya gw pengen maksimal aj..entah apa yang menghalangi buat maksimal..
Okeh gw mo coba belajar dari kulkas aja deh..<ga pernah punya kulkas padahal>

Ni barang sebetulnya unik..secara fungsi utama ya dia gunanya buat ngedinginin makanan. biar ga busuk, tapi walo begitu dia punya berbagai fungsi lain..misal buat obat2an..tapi fungsi utama tetap mendinginkan..agak berbeda fungsi dengan AC seh..

Cuma nih kulkas kadang bisa kehilangan fungsi utama :
-saat dia kaga punya LISTRIK, maka fungsinya bisa beralih jadi lemari pakaian atau lemari buku.
-saat dia sudah rusak, maka fungsi utama tidak ubahnya seperti lemari biasa, walopun gitu kulkas gakan menggantikan fungsi lemari.

Okeh, yg bisa dipelajari adalah, gw butuh listrik supaya gw bisa maksimal, listrik berbicara soal referensi, ilmu, sejauh mana gw mengupgrade diri gw.
selain itu sebagai kulkas, dia akan maksimal jika ada makanan yang masuk. kalo kosong melompong mending dibuang aje.< buang ke rumah gw >. makanan berbicara tentang apresiasi, manfaat bagi orang lain apa, untuk maksimal kita harus bermanfaat.

Selama belom rusak, kulkas akan sangat maksimal menjaga makanan tetap segar, asalkan dia tetap tertutup < tertutup adalah syarat sebuah kulkas maksimal menjalankan fungsinya, supaya udara tetap dingin..jangan bocor..>. syarat berbicara tentang ketaatan, ato lebih tepatnya kemauan untuk mengikuti syarat2 yg ada. Misal seseorang ingin jadi pelukis, ya dia kudu mau kotor ama cat..simpelnya gitu deh.







Tuesday, March 6, 2012

#DesainItu - Apa itu Desain?

Baru aja melihat sebuah video sederhana berjudul "Apa itu Desain?"
ini adalah video buatan panitia Nirmana Award. Isinya mewawancarai orang2 dari berbagai kalangan dan bertanya pada mereka "Apa itu Desain?"

videonya bisa dilihat di bawah



Hal ini mirip seperti pengalaman saya saat mengajar kelas desain, sebuah ekskul desain di salah satu SMA di bandung.

Di awal kelas selalu dimulai dengan pertanyaan, "Apa itu desain"
Lantas jawaban rata2 anak2 selalu begini :
-tidak tau
-desain itu seni menggambar
-desain itu karya seni
-desain itu penghias
-desain itu desain baju dan desain rumah..
-dll.

Fakta yang saya lihat sepertinya publik umum tidak terlalu mengerti secara dalam tentang desain. Efeknya masyarakat kurang terlalu mengerti manfaat dan bagaimana mengapresiasi sebuah desain.
Beberapa yang tidak menyadari beranggapan ada tidak adanya desain tidak berpengaruh pada hidup mereka.

Sepertinya desainer "lupa" mengedukasi atau mem-"branding" kata desain di masyarakat awam.
Semoga ini menjadi perenungan kita bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat desain dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Otomatis apresiasi terhadap desain akan meningkat.

Semoga bakal banyak event desain yang melibatkan masyarakat banyak.

Salam.




Monday, March 5, 2012

zz...no..zz...no

Selalu begini, 
sudah ngantuk tapi tetap terjaga ketika melihat sebuah kotak bercahaya dimana semua sketsa mimpi-mimpi saya terletak disana dan tak sabar untuk termanifestasikan menjadi sebuah kenyataan.

Saat perut sudah menggeliat karna lapar dan dingin, tapi mata masih juga terjaga didorong oleh kekuatan besar dari otak yang tidak bisa mengendalikan kecepatannya.
okeh saya akan berusaha tidur.

woy Neluts..kalo kamu baca ini, tolong kasih ilmu Psikolog kamu dikit..hi




Promo Video The Armstrong - Kembali (Rehearsal Version) + (Official Lyric Video)



The Armstrong - Kembali
© 06-06-2011 The Armstrong

Kucoba menanti saat kau ada disini
dalam sepiku dalam khayalku
kumenantimu
dan tak kau menyadari
bahwa yang tlah terjadi di hidupmu
keinginanmu takkan selalu
itu yang terbaik untukmu

tapi kau tinggalkan pergi kusendiri
buang semua kisah di antara kita
dan kuingin kau tetap kembali
kuingin kau tetap kembali

kembali kembalilah
jalan terbentang begitu luas
saat kau kembali

kembali kembalilah
kudisini ada tuk membawamu kembali
kembalilah
ungkap kenangan
wujudkan harapanmu

2011

-------------------------------------------


http://www.myspace.com/thearmstrongband
http://thearmstrongband.blogspot.com
http://twitter.com/the_armstrong
http://www.facebook.com/thearmstrongband



Wednesday, February 29, 2012

saya tukang nasi goreng profesional

Sebagai seseorang yang bekerja di bidang jasa, dimana hampir bisa dibilang tidak ada produk yang ditawarkan. Seringkali saya mengalami dibedakan dengan seseorang yang mempunyai bisnis retail ( menjual barang ).

Bekerja sebagai desainer grafis, dimana apresiasi masyarakat masih rendah, seringkali kurang begitu dihargai dibanding jika saya datang menjual barang.

Kebanyakan orang menganggap pekerjaan desainer khususnya wilayah grafis adalah pekerjaan yang sangat mudah. Modalnya pun ringan, cukup bisa corel, photoshop. Dengan software yang meminjam dari teman dan komputer dengan spek rumahan sudah cukup untuk menjadi desainer.
Dan faktanya banyak orang2 yang bisa menjadi desainer dengan belajar hanya dari buku-buku komputer yang dengan mudah didapat di toko-toko buku. Beberapa saya akui cukup berhasil, karena mereka yang berhasil walau tidak sekolah, mereka mempelajarinya dengan peluh dan keringat yang banyak.
Sebagian besar lagi adalah desainer karbitan, yang merasa dengan bisa corel dan photoshop sudah bisa dianggap sebagai desainer.

Kondisi tersebut menjadi bumerang bagi desainer yang benar-benar belajar mati-matian, dari mulai sekolah, ikut seminar, membeli buku teori seputar desain, dan berbagai hal lain untuk membuat diri mereka tetap kreatif.

Akibatnya secara bisnis, pekerjaan desainer terutama yang freelance seringkali kurang begitu dihargai. Apalagi kalo klien yang memesan adalah teman dekat. Efeknya adalah jikalau teman tersebut tidak mengerti bagaimana mengapresiasi pekerjaan ini mungkin akan segera cemberut ketika diberikan harga untuk jasa desain yang diminta. Dengan beralasan bahwa pekerjaan tersebut sangat mudah, kadang klien yang notabene teman tersebut akan segera cemberut dan membuat pertemanan seakan runyam.

"Ah, masa logo sesimpel itu musti bayar seh, kan cuma otak atik di komputer doank?yaud saya minta file corelnya deh, tar diedit sama ponakan saya yang masih smp."

cek video dibawah, obrolannya persis kaya gitu

 

Jadinya saya terus berpikir, apa yang salah? ternyata paradigma orang-orang aj yang belum terlalu mengerti tentang pekerjaan yang satu ini. Padahal desainer bekerja siang malam untuk mengangkat image kliennya, sedang mereka tidak sempat untuk mengangkat image desainer itu sendiri.

Saya juga mendapati ternyata hampir semua pekerjaan itu pada dasarnya adalah jasa. Mau pekerjaan retail sekalipun sebenarnya adalah pekerjaan jasa. Pabrik mobil jasanya ya mengubah besi dan bahan-bahannya menjadi sebuah mobil. Sebuah toko, jasanya ya mendistribusikan barang hingga sampai ke tangan pembeli.

Jadi inget sebuah profesi sederhana, yaitu tukang nasi goreng. Memang tidak terlalu sulit untuk membuat nasi goreng. Bahannya sangat sederhana dan mudah didapat. Lucunya masih aja ada orang yang hendak membeli nasi goreng, biar murah, dia bawa nasi, telor sendiri.



"Maaf mba, saya tukang nasi goreng profesional, kenapa mba ga sekalian bawa kompor, kecap, daging, bumbu, penggorengan, dan gerobak sendiri?Nanti saya yang ngaduk2nya deh GRATIS..." - ahmad dhandan



Monday, February 27, 2012

Friday, February 24, 2012

Pada Suatu Hari



dia : "Bang ari abang teh dari ITB nya jurusan apa?"

me : "seni rupa"
 

dia : "tar dah lulus jadi apa?"

me : "desainer"
 

dia : "oh..desainer...Ivan Gunawan donk.."

me : "gubraaakkkk..."








Thursday, February 16, 2012

Tong Tji - Tong hiji..meli dua weh meh wareggg


teh favorit gw setelah Sariwangi, bedanya kalo sariwangi mantap diminum dari mulai panas banget, kalo Tong Tji masih nikmat sekalipun dia uda keburu dingin.
Minum teh seninya itu pada penyajian dan penggunaan air panasnya.

Jangan lupa jenis gelas ngaruh juga ke sensasi minumnya.






Kalo bisa gelas kaca yang bening, jangan mug deh..
Lebih enak lagi kalo gelas kaca yang biasa dipake di warteg..Lebih berasa joss.

Soalnya berasa keren gitu..dan baru tau tea kalo gelas yg di warteg itu punya nama Dimpled Mug, yang pada sejarahnya emng ditujukan buat orang2 yang minum bir. Panteus minum dari gelas itu berasa keren. haha.





Tuesday, February 14, 2012

Manajemen Waktu

Mari ajari saya mengatur waktu dan meraih berbagai target.

|
|
|
|
V

PRODUKTIP pake "p"




Friday, February 10, 2012

Pentingnya Mengembangkan Talenta - cukup lihat tulisan yang tebal aj uda cukup ko.:D


Matius 25:14-30
25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

25:17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan MALAS, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."






Wednesday, February 8, 2012

Bukan sebuah lagu Perfect dari Simple Plan

Tidak menganggap diri perfect....
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
Intinya gw ga perfect






Irish Wishtle




Selain pengen belajar suling Batak, gw pengen banget belajar main suling Irlandia ini, ternyata namanya : Tin Whistle. Biasa dipake ama musisi Irlandia : The Corrs.




Monday, February 6, 2012

Sumber Edukasi Branding – Tanya Jawab

Kali ini isi blog sayah agak mikir dikit yaw..
copas dari si empunya blog, Beliau adalah Dimas Mardjono, mempunyai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sangat berbeda dengan pekerjaannya saat ini.
Dimas Mardjono : Managing Director/ Brand Specialist & Founder of  Brand & Design firm Whitespace – Brand & Design Matter.


---------------------------------------------------

Kali ini saya hanya ingin sharing dari pertanyaan teman saya Roy Herman. Berikut pertanyaan Roy disambung dengan jawaban saya.


Salam kenal Pak Dimas, saya Roy dari Bandung. saya tau bapak dari blog bapak, kebetulan iseng2 cari seputar branding jadinya masuk ke blog bapak.
Oya pak, sebelumnya perkenalkan.
saya merupakan lulusan Seni Rupa ITB jurusan Seni Murni, saat ini saya bekerja sebagai desainer freelance. Saya sendiri belajar desain dan teorinya secara otodidak. Setelah dari 2008 bekerja sebagai desainer, saya sangat tertarik dengan istilah branding.
Saya senang membuat logo, tapi semakin sadar ternyata branding bukan sekedar logo. Hal ini sangat membuat saya tertarik, tapi saya bingung harus mulai belajar dari mana. S
aya kagum dengan latar pendidikan bapak yang tidak terlalu nyambung dengan bidang desain, karna itu saya tertarik bisa belajar langsung dari pakarnya..
Kira2 jika ingin belajar mengenai branding, harus mulai dari mana ya pak?apa perlu sekolah lagi kah?
Dalam berbagai proyek logo saya, saya sering mencoba mengaplikasikan branding dalam pengertian saya. Walaupun tidak semua klien mengerti apa itu branding.
Dalam pikiran saya, sepertinya ini hal yang tidak terlalu umum. Dari blog bapak maupun Whitespace sepertinya terlihat bahwa bapak mencoba mengedukasi banyak orang tentang istilah tersebut.
Semoga bisa dapat banyak ilmu ya pak.
Beberapa artikel bapak sudah saya baca.
Rasanya pengen bisa diskusi terus...
Terima kasih Pak.
salam.
Roy Herman.

-------------------------------------

Terima kasih Roy, atas kesempatannya untuk membaca blog saya. Dalam blog saya dan juga beberapa journal yang saya tulis di website dimana saya bekerja, memang dengan sengaja saya ingin memberikan edukasi mengenai brand kepada khalayak umum.
Edukasi ini perlu dilakukan, karena banyak dari kita, designer dan client sekali pun masih blur ttg brand & branding. Bahkan banyak dari mereka mengaggap tidak penting. Namun saya percaya, bahwa dunia brand & branding akan lebih cemerlang lagi di masa yang akan datang…..kenapa? Persaingan usaha!!!
Suatu hari mereka akan terbuka matanya bahwa, brand & branding sangatlah penting.
Pertanyaan Roy mengenai, dimulai dari mana, pertanyaan ini sama dengan pertanyaan saya pertama kali saya memulai berfikir soal branding sekitar 9 tahun yang lalu. Dan saat itu saya mulai mencari-cari sumber bacaan yang dapat membantu saya agar mengerti.
Saat itu saya berfikir, bahwa halangan untuk dapat membuat logo adalah zero, berarti semua org yang dapat menggambar dan menggunakan komputer bisa membuat logo. Bahkan tidak perlu sekolah atau kuliah jurusan design-pun orang juga bisa, yang dibutukhan hanya bakat. Dan saya merasa…..gak fair sama sekali! Walaupun background edukasi saya juga bukan sebagai designer.
Sebagai pembuat logo, berapa Roy layak dibayar? 10 jt atau 1M….nah jika Roy hanya layak dibayar yang terkecil Roy tidak perlu menambah ilmu, namun jika Roy berhak dibayar maximum…..kuncinya adalah:
Teachability Index=(1) willingness to learn, dan (2) willingness to change….. Roy harus mau (1) belajar dan baca buku sebanyak banyaknya, dan mau (2) merubah kebiasaan males membaca menjadi rajin membaca. That’s it itu Kuncinya.
Saya mempunyai believe bahwa Logo dapat merubah kehidupan kita. Krn dengan logo + tujuan akan merubah perilaku dan sikap manusia.
Ambil contoh Hitler dengan Swastika-nya. kenapa pengikutnya bisa menjadi fanatik. Hmmmm…. kenapa ya? Coba alasannya dari membaca
Satu lagi Brand bisa sebagai barang, manusia, perusahaan, organisasi, ide (save earth), penyakit (AIDS), etc, etc. apapun bisa di branded.
Nah untuk bikin ceritanya jadi pendek. Logo adalah salah satu jelmaan visual dari brand itu sendiri. Setiap brand pastinya memiliki tujuan, janji, keseragaman perilaku, visi dan misi, dan masih banyak faktor yang ingin disertakan oleh pemilik brand tsb.
Nah…bagaimana kita dapat menciptakan konsep sebuah brand melalui beberapa masukan yang saya sebutkan sebelumnya, Roy bisa cari sumber dari David A. Aaker. Saya merasa David adalah mentor saya, walaupun hanya dari buku. Dia dengan bukunya sangat detail membahas mengenai brand dan studi kasusnya. Btw orangnya kebeneran masih hidup. Roy bisa Googling dia.
Sayangnya David adalah akademis brand namun bukan designer. Pada saat pertama kali saya membaca, saya dibikin pusing tujuh keliling. Karena dia tidak membahas bagaimana merepresentasikan brand secara konseptual dan abstrak menjadi visual.
Step-by-step-how-to tidak sama sekali diulas didalam bukunya. Namun setelah berkal-kali saya baca lagi dan lagi akhirnya saya mulai mengerti. Namun tetep tidak step-by-step. Sehingga ketika 3 tahun setelah itu, dipraktekan dan diimplementasikan bersamaan, saya mulai mendapatkan pattern itu sendiri, sehingga saya ciptakan framework yang lebih mudah dimengeri dan dilakukan step-by-step sebagai basic arahan pemikiran. Dan ternyata branding itu terus ber-evolusi. Namanya juga ilmu, terus menerus berkembang.
Nah sementara ini sayangnya saya belum menulis buku mengenai step-by-step tsb.
Semua logo pastinya adalah cerminan dari rational sebuah brand. Jadi ilmu dari David adalah HARUS.
Mengenai implementasi saya rasa banyak sekali buku yang beredar. Apalagi Roy seorang designer.
Pada dasarnya logo terdiri dari Symbol+Color+Font (content) dimana didalamnya harus terkandung Imagery (symbol), personality, dan asosiasi. Nah coba diulik dari sini.
Ok, Roy, mudah2an balasan saya dapat membantu. Terus2 baca blog saya. Mudah2an dapat selalu membantu.
Thanks

-----------------------

sumber : http://dimasmardjono.wordpress.com/2012/02/03/sumber-edukasi-branding-tanya-jawab/



MAAF SAYA LUPA


Seperti Yusuf yang menunggu dua tahun di penjara sebelum akhirnya si juru minum ingat untuk merekomendasikan dia ke Firaun.

Oke saya tunggu rekomendasi kalian ya kawan2..





Sunday, February 5, 2012

oootak..


dari semua gambar otak yang gw cari di internet hampir semuanya memperlihatkan sebuah gambar yang hampir sama. Yaitu sekumpulan..apa ya namanya?pokonya gambar otak kaya gitu deh..ga perlu ampe repot bedah kepala ndiri, udah percaya deh ama apa yg dikatakan google.

So dari bentuknya aja gw ngerti kalo otak tuh emng ribet, ga pernah bentuknya mulus atau sebotak kepala Deddy Corbuzier atau Ahmad Dhani. Tapi yang pasti ni organ tubuh manusia yang emng diciptakan untuk ribet, puyenk, bikin pinter, bikin cape..dan banyak macemnya..

Udahlah..gw kebanyakan mikir neh..jadi kaga jelas mo nulis ap..

So mending tidurrr
 





Sunday, January 15, 2012

Too Much Information

Lagi - lagi mengalami kebuntuan dalam berpikir maupun bekerja. Setelah sakit selama seminggu, balik lagi harus mengumpulkan semangat untuk bekerja dan membuat berbagai konsep buat hari hari ke depan. Lagi2 terlalu banyak informasi memang membuat otak ini ga bisa berhenti berpikir dan malah bingung mau ngapain dulu. Mungkin suasana kamar ini yang lagi-lagi bisa dijadikan kambing hitam. Entah berbagai target yang hendak gw capai. Please help Me God.,.