Wednesday, February 29, 2012

saya tukang nasi goreng profesional

Sebagai seseorang yang bekerja di bidang jasa, dimana hampir bisa dibilang tidak ada produk yang ditawarkan. Seringkali saya mengalami dibedakan dengan seseorang yang mempunyai bisnis retail ( menjual barang ).

Bekerja sebagai desainer grafis, dimana apresiasi masyarakat masih rendah, seringkali kurang begitu dihargai dibanding jika saya datang menjual barang.

Kebanyakan orang menganggap pekerjaan desainer khususnya wilayah grafis adalah pekerjaan yang sangat mudah. Modalnya pun ringan, cukup bisa corel, photoshop. Dengan software yang meminjam dari teman dan komputer dengan spek rumahan sudah cukup untuk menjadi desainer.
Dan faktanya banyak orang2 yang bisa menjadi desainer dengan belajar hanya dari buku-buku komputer yang dengan mudah didapat di toko-toko buku. Beberapa saya akui cukup berhasil, karena mereka yang berhasil walau tidak sekolah, mereka mempelajarinya dengan peluh dan keringat yang banyak.
Sebagian besar lagi adalah desainer karbitan, yang merasa dengan bisa corel dan photoshop sudah bisa dianggap sebagai desainer.

Kondisi tersebut menjadi bumerang bagi desainer yang benar-benar belajar mati-matian, dari mulai sekolah, ikut seminar, membeli buku teori seputar desain, dan berbagai hal lain untuk membuat diri mereka tetap kreatif.

Akibatnya secara bisnis, pekerjaan desainer terutama yang freelance seringkali kurang begitu dihargai. Apalagi kalo klien yang memesan adalah teman dekat. Efeknya adalah jikalau teman tersebut tidak mengerti bagaimana mengapresiasi pekerjaan ini mungkin akan segera cemberut ketika diberikan harga untuk jasa desain yang diminta. Dengan beralasan bahwa pekerjaan tersebut sangat mudah, kadang klien yang notabene teman tersebut akan segera cemberut dan membuat pertemanan seakan runyam.

"Ah, masa logo sesimpel itu musti bayar seh, kan cuma otak atik di komputer doank?yaud saya minta file corelnya deh, tar diedit sama ponakan saya yang masih smp."

cek video dibawah, obrolannya persis kaya gitu

 

Jadinya saya terus berpikir, apa yang salah? ternyata paradigma orang-orang aj yang belum terlalu mengerti tentang pekerjaan yang satu ini. Padahal desainer bekerja siang malam untuk mengangkat image kliennya, sedang mereka tidak sempat untuk mengangkat image desainer itu sendiri.

Saya juga mendapati ternyata hampir semua pekerjaan itu pada dasarnya adalah jasa. Mau pekerjaan retail sekalipun sebenarnya adalah pekerjaan jasa. Pabrik mobil jasanya ya mengubah besi dan bahan-bahannya menjadi sebuah mobil. Sebuah toko, jasanya ya mendistribusikan barang hingga sampai ke tangan pembeli.

Jadi inget sebuah profesi sederhana, yaitu tukang nasi goreng. Memang tidak terlalu sulit untuk membuat nasi goreng. Bahannya sangat sederhana dan mudah didapat. Lucunya masih aja ada orang yang hendak membeli nasi goreng, biar murah, dia bawa nasi, telor sendiri.



"Maaf mba, saya tukang nasi goreng profesional, kenapa mba ga sekalian bawa kompor, kecap, daging, bumbu, penggorengan, dan gerobak sendiri?Nanti saya yang ngaduk2nya deh GRATIS..." - ahmad dhandan



Monday, February 27, 2012

Friday, February 24, 2012

Pada Suatu Hari



dia : "Bang ari abang teh dari ITB nya jurusan apa?"

me : "seni rupa"
 

dia : "tar dah lulus jadi apa?"

me : "desainer"
 

dia : "oh..desainer...Ivan Gunawan donk.."

me : "gubraaakkkk..."








Thursday, February 16, 2012

Tong Tji - Tong hiji..meli dua weh meh wareggg


teh favorit gw setelah Sariwangi, bedanya kalo sariwangi mantap diminum dari mulai panas banget, kalo Tong Tji masih nikmat sekalipun dia uda keburu dingin.
Minum teh seninya itu pada penyajian dan penggunaan air panasnya.

Jangan lupa jenis gelas ngaruh juga ke sensasi minumnya.






Kalo bisa gelas kaca yang bening, jangan mug deh..
Lebih enak lagi kalo gelas kaca yang biasa dipake di warteg..Lebih berasa joss.

Soalnya berasa keren gitu..dan baru tau tea kalo gelas yg di warteg itu punya nama Dimpled Mug, yang pada sejarahnya emng ditujukan buat orang2 yang minum bir. Panteus minum dari gelas itu berasa keren. haha.





Tuesday, February 14, 2012

Manajemen Waktu

Mari ajari saya mengatur waktu dan meraih berbagai target.

|
|
|
|
V

PRODUKTIP pake "p"




Friday, February 10, 2012

Pentingnya Mengembangkan Talenta - cukup lihat tulisan yang tebal aj uda cukup ko.:D


Matius 25:14-30
25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

25:17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan MALAS, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."






Wednesday, February 8, 2012

Bukan sebuah lagu Perfect dari Simple Plan

Tidak menganggap diri perfect....
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
bla..
Intinya gw ga perfect






Irish Wishtle




Selain pengen belajar suling Batak, gw pengen banget belajar main suling Irlandia ini, ternyata namanya : Tin Whistle. Biasa dipake ama musisi Irlandia : The Corrs.




Monday, February 6, 2012

Sumber Edukasi Branding – Tanya Jawab

Kali ini isi blog sayah agak mikir dikit yaw..
copas dari si empunya blog, Beliau adalah Dimas Mardjono, mempunyai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sangat berbeda dengan pekerjaannya saat ini.
Dimas Mardjono : Managing Director/ Brand Specialist & Founder of  Brand & Design firm Whitespace – Brand & Design Matter.


---------------------------------------------------

Kali ini saya hanya ingin sharing dari pertanyaan teman saya Roy Herman. Berikut pertanyaan Roy disambung dengan jawaban saya.


Salam kenal Pak Dimas, saya Roy dari Bandung. saya tau bapak dari blog bapak, kebetulan iseng2 cari seputar branding jadinya masuk ke blog bapak.
Oya pak, sebelumnya perkenalkan.
saya merupakan lulusan Seni Rupa ITB jurusan Seni Murni, saat ini saya bekerja sebagai desainer freelance. Saya sendiri belajar desain dan teorinya secara otodidak. Setelah dari 2008 bekerja sebagai desainer, saya sangat tertarik dengan istilah branding.
Saya senang membuat logo, tapi semakin sadar ternyata branding bukan sekedar logo. Hal ini sangat membuat saya tertarik, tapi saya bingung harus mulai belajar dari mana. S
aya kagum dengan latar pendidikan bapak yang tidak terlalu nyambung dengan bidang desain, karna itu saya tertarik bisa belajar langsung dari pakarnya..
Kira2 jika ingin belajar mengenai branding, harus mulai dari mana ya pak?apa perlu sekolah lagi kah?
Dalam berbagai proyek logo saya, saya sering mencoba mengaplikasikan branding dalam pengertian saya. Walaupun tidak semua klien mengerti apa itu branding.
Dalam pikiran saya, sepertinya ini hal yang tidak terlalu umum. Dari blog bapak maupun Whitespace sepertinya terlihat bahwa bapak mencoba mengedukasi banyak orang tentang istilah tersebut.
Semoga bisa dapat banyak ilmu ya pak.
Beberapa artikel bapak sudah saya baca.
Rasanya pengen bisa diskusi terus...
Terima kasih Pak.
salam.
Roy Herman.

-------------------------------------

Terima kasih Roy, atas kesempatannya untuk membaca blog saya. Dalam blog saya dan juga beberapa journal yang saya tulis di website dimana saya bekerja, memang dengan sengaja saya ingin memberikan edukasi mengenai brand kepada khalayak umum.
Edukasi ini perlu dilakukan, karena banyak dari kita, designer dan client sekali pun masih blur ttg brand & branding. Bahkan banyak dari mereka mengaggap tidak penting. Namun saya percaya, bahwa dunia brand & branding akan lebih cemerlang lagi di masa yang akan datang…..kenapa? Persaingan usaha!!!
Suatu hari mereka akan terbuka matanya bahwa, brand & branding sangatlah penting.
Pertanyaan Roy mengenai, dimulai dari mana, pertanyaan ini sama dengan pertanyaan saya pertama kali saya memulai berfikir soal branding sekitar 9 tahun yang lalu. Dan saat itu saya mulai mencari-cari sumber bacaan yang dapat membantu saya agar mengerti.
Saat itu saya berfikir, bahwa halangan untuk dapat membuat logo adalah zero, berarti semua org yang dapat menggambar dan menggunakan komputer bisa membuat logo. Bahkan tidak perlu sekolah atau kuliah jurusan design-pun orang juga bisa, yang dibutukhan hanya bakat. Dan saya merasa…..gak fair sama sekali! Walaupun background edukasi saya juga bukan sebagai designer.
Sebagai pembuat logo, berapa Roy layak dibayar? 10 jt atau 1M….nah jika Roy hanya layak dibayar yang terkecil Roy tidak perlu menambah ilmu, namun jika Roy berhak dibayar maximum…..kuncinya adalah:
Teachability Index=(1) willingness to learn, dan (2) willingness to change….. Roy harus mau (1) belajar dan baca buku sebanyak banyaknya, dan mau (2) merubah kebiasaan males membaca menjadi rajin membaca. That’s it itu Kuncinya.
Saya mempunyai believe bahwa Logo dapat merubah kehidupan kita. Krn dengan logo + tujuan akan merubah perilaku dan sikap manusia.
Ambil contoh Hitler dengan Swastika-nya. kenapa pengikutnya bisa menjadi fanatik. Hmmmm…. kenapa ya? Coba alasannya dari membaca
Satu lagi Brand bisa sebagai barang, manusia, perusahaan, organisasi, ide (save earth), penyakit (AIDS), etc, etc. apapun bisa di branded.
Nah untuk bikin ceritanya jadi pendek. Logo adalah salah satu jelmaan visual dari brand itu sendiri. Setiap brand pastinya memiliki tujuan, janji, keseragaman perilaku, visi dan misi, dan masih banyak faktor yang ingin disertakan oleh pemilik brand tsb.
Nah…bagaimana kita dapat menciptakan konsep sebuah brand melalui beberapa masukan yang saya sebutkan sebelumnya, Roy bisa cari sumber dari David A. Aaker. Saya merasa David adalah mentor saya, walaupun hanya dari buku. Dia dengan bukunya sangat detail membahas mengenai brand dan studi kasusnya. Btw orangnya kebeneran masih hidup. Roy bisa Googling dia.
Sayangnya David adalah akademis brand namun bukan designer. Pada saat pertama kali saya membaca, saya dibikin pusing tujuh keliling. Karena dia tidak membahas bagaimana merepresentasikan brand secara konseptual dan abstrak menjadi visual.
Step-by-step-how-to tidak sama sekali diulas didalam bukunya. Namun setelah berkal-kali saya baca lagi dan lagi akhirnya saya mulai mengerti. Namun tetep tidak step-by-step. Sehingga ketika 3 tahun setelah itu, dipraktekan dan diimplementasikan bersamaan, saya mulai mendapatkan pattern itu sendiri, sehingga saya ciptakan framework yang lebih mudah dimengeri dan dilakukan step-by-step sebagai basic arahan pemikiran. Dan ternyata branding itu terus ber-evolusi. Namanya juga ilmu, terus menerus berkembang.
Nah sementara ini sayangnya saya belum menulis buku mengenai step-by-step tsb.
Semua logo pastinya adalah cerminan dari rational sebuah brand. Jadi ilmu dari David adalah HARUS.
Mengenai implementasi saya rasa banyak sekali buku yang beredar. Apalagi Roy seorang designer.
Pada dasarnya logo terdiri dari Symbol+Color+Font (content) dimana didalamnya harus terkandung Imagery (symbol), personality, dan asosiasi. Nah coba diulik dari sini.
Ok, Roy, mudah2an balasan saya dapat membantu. Terus2 baca blog saya. Mudah2an dapat selalu membantu.
Thanks

-----------------------

sumber : http://dimasmardjono.wordpress.com/2012/02/03/sumber-edukasi-branding-tanya-jawab/



MAAF SAYA LUPA


Seperti Yusuf yang menunggu dua tahun di penjara sebelum akhirnya si juru minum ingat untuk merekomendasikan dia ke Firaun.

Oke saya tunggu rekomendasi kalian ya kawan2..





Sunday, February 5, 2012

oootak..


dari semua gambar otak yang gw cari di internet hampir semuanya memperlihatkan sebuah gambar yang hampir sama. Yaitu sekumpulan..apa ya namanya?pokonya gambar otak kaya gitu deh..ga perlu ampe repot bedah kepala ndiri, udah percaya deh ama apa yg dikatakan google.

So dari bentuknya aja gw ngerti kalo otak tuh emng ribet, ga pernah bentuknya mulus atau sebotak kepala Deddy Corbuzier atau Ahmad Dhani. Tapi yang pasti ni organ tubuh manusia yang emng diciptakan untuk ribet, puyenk, bikin pinter, bikin cape..dan banyak macemnya..

Udahlah..gw kebanyakan mikir neh..jadi kaga jelas mo nulis ap..

So mending tidurrr